friska's posts with tag: berfilsafat
Kemarin, ga disangka g ketemu seorang teman OBM g, anak Psikologi. Apakah ini yang disebut dengan pucuk dicita ulam pun tiba? Di tengah kegalauan g (baca posting g yang sebelumnya: MT lagi) g bertemu dengan teman lama g ini n ga disangka dy masih mengenal g (hiks terharu deh...)
G pun menyapa dy dan bertanya apakah dy sedang sibuk? Dy bilang "ga", n g minta ijin untuk berkonsultasi dengan dy... N katanya "OK"...
Mulailah proses dekonstruksi (cie... filsafat banget ya) pemikiran g dimulai. Dy berkata, bahwa g ga bisa nanya ke dy tentang "kenapa ya teman g begitu? kok bisa sih? Dy mang kesal atau ga suka ma g? atau emang bawaan dari sananya klo dy itu MT?" Mnurut teman g, yang harus berubah adalah g... kenapa? karena g-lah yang konsultasi ma psikolog bukan temen g...
Jadi, dy bilang g harus bisa merubah sikap g biar g ga dikerjain terus... G yang biasanya bilang "iya" harus bisa coba bilang "ga"... Trus dy juga bilang klo pada dasarnya setiap orang itu baik tapi lingkunganlah yang membuat kepribadian seseorang. Jadi klo pada saat ini teman g MT blum tentu dy memang orang yang selalu MT. Mungkin aja saat itu, karakter MTnya yang lagi muncul.
Kata temen g, g yang harus berubah. G harus bisa mengantisipasi seandainya ada orang yang mo ngerjain g. Bilang aja "ga" atau "kita kerjain sama-sama aja". Dan g juga harus selalu rendah hati, sabarkan diri.
Yah, klo menurut g sih saran temen g ini cukup masuk akal. Semoga deh g bisa berubah untuk lebih sabar dan rendah hati... Wish me luck
Btw untuk para pembaca blog g yang setia (yes, u are there), g mang sengaja untuk ga membuat posting yang panjang dan detail. Karena untuk kerahasiaan identitas orang dan kejadian yang g alami. Siapa tahu yang baca blog ini ada yang kenal sama tokoh-tokoh dan kejadian tertentu. Mohon maklum...
Tapi thanks juga buat kritiknya ya, g akan coba untuk mendeskripsikan posting-posting g yang berikutnya dengan lebih detail lagi tanpa menyebut identitasnya... Kritik dan saran lainnya dapat dikirimkan ke e-mail g just_freezka@yahoo.com hehehe C U
 | MT Lagi | Feb 15, '08 11:59 PM for everyone |
Aduh, sepertinya ini udah kesekian kalinya g memposting blog tentang MT alias Makan Teman. Jadi malu deh... G memang ga belajar dari kesalahan ya. Ketipu terus (capex dech).
Ga abis-abis rasanya topik ini dibahas. Mengapa? Karena MT ini memang real, nyata terjadi di segala aspek kehidupan kita (khususnya dalam dunia perkuliahan)...
Yup, seperti yang terjadi pada hari ini. Lagi-lagi g dikecewakan oleh sekelompok orang yang 'katanya' mo datang ke kampus hari ini untuk mengerjakan tugas kuliah bersama. G yang udah pake begadang selama seminggu ini (g baru tidur jam 1 am) untuk tugas menerjemahkan ini datang ke perpustakaan dengan wajah bego. Mengapa? karena g shock... Ga ada satu pun orang yang 'janji' untuk datang terlihat batang hidungnya di perpustakaan.
G pun kecewa dan merasa bahwa ga akan ada yang datang bahkan jika hari sudah siang. Tebakan g bener ampe siang ini ga ada yg sms mengenai ketidakhadirannya.
Akhirnya (untungnya masih ada) yang menelepon dan ngasih tahu klo mereka memang ga datang n ada 'kesepakatan' di antara mereka untuk cukup mengirim e-mail ke seseorang. Dan tebak siapa? ORANG ITU ADALAH G.
Bisa tebak perasaan g sekarang?
Semenjak g SMA, g dah ketemu banyak sekali orang yang karakternya berbeda-beda. "Setiap manusia unik" begitu kata sebuah buku. Namun, ada keunikan manusia yang g ga suka, yaitu orang yang suka makan teman.
Namanya juga makan teman, tentu g disakiti setelah berteman. Sayangnya, sekalipun g bukan orang yang gampang tersinggung tapi sekalinya g sebel ma orang... wuihhh sulit banget deh rasanya buat memaafkan.
G dah pernah mencoba untuk menganggap semuanya seperti angin lalu tapi kok ya sulit... Tiap kali ketemu ma ntu orang kok bawaannya males bgt ya...
Ga! G ga marah lagi koq ma mereka (yg udah mt-in g) tapi entah kenapa ya kok bawaannya males aja bwt sekedar berbasa-basi.. Knp???? Apa g perlu d ruwat ya???
Dari dulu g berkenalan dengan orang lain dengan tujuan hanya berteman. Hanya berteman. G malas klo harus menjadikan seseorang sebagai sahabat/teman dekat. G ga suka diidentifikasi dengan seseorang. Misalnya dulu teman sekelas g ada yg bertanya "Fris, teman lo si X mana?" (secara kami semua berada di dalam satu kelas, n g bukan 'teman dekat'nya si X). In a way, g merasa dengan teridentifikasinya g dengan orang lain (misalnya ada Friska ada si X), g seakan-akan dianggap merupakan suatu pribadi yang sama dengan si X (ceritanya pribadi g dan X digeneralisir, Si X begini maka g pun begini). Lagi pula menurut g, dengan kita ga terlalu dalam mengenal orang lain, kemungkinan kita untuk disakithatiin itu lebih kecil bukan? G yang kenal orang lain di permukaannya aja bisa disakithatiin apalagi klo kenal dalam... Mungkin inikah yang disebut orang " It's so deep" (maksudnya disakithatiin begitu dalam?) Akibatnya, g biasanya jadi orang terakhir yang tahu 'gosip-gosip' terkini di angkatan. But It's OK, " dari pada sakit hati lebih baik sakit gigi" ???? 
Ketika g melihat album foto teman g, g tersenyum miris melihat foto teman-teman g ketika mereka masih berada dalam 1 peer group. Namun sekarang, peer group itu sudah terpecah-belah.Apa sih yang dimaksud dengan peer groups?"A peer group is a group of people of approximately the same age, social status, and interests. To work out the relationship with peers, there can be confusion for people to find out how they fit in. Some groups are socialized by peers rather than by their families or conventional institutions. They define themselves as a gang or sometimes as a circle of friends" (Wikipedia)G yang dulu pernah diajakin untuk bersama-sama bergabung dengan peer group mereka, menolak."G ga suka yang begitu-begituan. G ga suka teridentifikasi dengan seseorang atau sekelompok orang" demikian jawaban g waktu itu. Jawaban yang menurut g tepat sampai sekarang. Walaupun banyak teman g yang mengganggap g sebagai orang yang aneh, g merasa memang itu yang terbaik.Mengapa? wkt sma, g dah menjadi saksi dari kehancuran sebuah peer group (yg salah satu anggotanya adalah teman sekelas g) dan sampai sekarang hubungan mereka udah ga bisa akur lagi. Dan sekarang, hal seperti itu terjadi lagi... ironis sekali.Hipotesis g (mangnya bwt skripsi apa... ), sebuah peer group berpotensi menjadi pertemanan seumur hidup atau permusuhan seumur hidup. Karena dalam peer group ada semacam perjanjian yang harus ditepati para anggotanya serta mengikat. Ketika seseorang melanggarnya, dia akan dianggap berkhianat. Ga jalan bareng salah, ga sms-an salah, ga punya waktu bwt ber-hang out ria juga salah. Padahal menurut g, g adalah individu yang bebas dan tidak terikat oleh orang lain (baca: g ga suka diatur-atur ma orang, g harus begini, g harus begitu)Ada tanggapan?ceritanya g lagi berfilsafat nih....
| |