friska's posts with tag: commander in chief
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film ini sangat menarik, dengan mencampurkan ide cerita unik dan sedikit bumbu West Wing, film ini menyajikan hiburan sekaligus pengetahuan.
Kita dapat mengetahui betapa kompleksnya masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang presiden dalam satu hari. Dan Ia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sama-sama beresiko. Belum lagi ia masih harus menghadapi lawan politiknya yang selalu berusaha menjatuhkan kinerjanya.
Mackenzie Allen (Geena Davis) adalah wakil presiden Amerika, merupakan tokoh independen (tidak bernaung di bawah partai) di bawah pemerintahan Presiden Bridges. Presiden Bridges yang sedang sakit dan sadar hidupnya tidak akan lama lagi, meminta agar Mac mundur dan membiarkan Speaker of the House, Nathan Templeton (Donald Sutherland) menjadi presiden penggantinya. Mac yang tadinya ingin memenuhi permintaan terakhir Bridges membatalkan niatnya setelah dianggap remeh oleh Templeton.
Mac merupakan wanita pertama yang menjadi presiden Amerika Serikat. Di episode awal, digambarkan hal-hal baru yang unik seandainya presiden Amerika adalah seorang perempuan. 1. Suami Mac, Rod Allen (Kyle Secor), memiliki julukan first gentlemen 2. Kamar kerja mantan first lady yang berwarna pink, menjadi kamar kerja Rod 3. Pekerjaan Rod, sebagai first gentlemen, berhubungan dengan dapur (di kemudian hari dia melimpahkan tugas ini ke mertuanya) 5. Panggilan Mac sebagai presiden perempuan, "Ma'am" Entah, apakah semua ini akan terealisasi seandainya seorang perempuan menjadi presiden Amerika Serikat.
Tidak hanya dipusingkan oleh masalah-masalah kenegaraan, Mac juga masih mengurusi anak-anaknya, Amy (Jasmine Anthony), si kembar Horace (Matt Lanter) dan Rebecca (Caitlin Wachs).
Perjuangan Mac untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai presiden dibantu oleh tangan kanannya, Jim Gardner (Harry Lennix), yang nantinya akan diajak Mac untuk mejadi wakil presiden dan Kelly Ludlow (Ever Carradine) sebagai jubirnya yang sangat pintar bersilat lidah.
Bagian yang menarik dari film ini adalah, bagaimana di setiap episodenya, kru film berhasil menciptakan sebuah film yang sarat pengetahuan (mengenai negara lain), menegangkan (di setiap episodenya berhubungan dengan masalah militer), drama (kehidupan Mac sebagai seorang istri, ibu, dan anak), serta permainan politik (kehadiran Templeton yang berusaha menganjal Mac). Selain itu, sebagai pemimpin negara Mac-lah sang pemegang keputusan. Dia selalu memiliki pilihan-pilihan dalam bertindak dan dia harus memilih. Nah, cara Mac memilih, dan mengatakan pilihannya itulah yang membuat greget dan perasaan berdebar itu muncul. She's so cool.
Hebat deh!!! Boleh juga nih kehidupan presiden Indonesia dijadikan film. Kan kita semua mau tahu apa saja sih yang terjadi dalam kehidupan presiden Indonesia? 
| |
|